Thursday, March 29, 2018

Definisi Bakat dan Macam-Macam Bakat

Affandi (kiri) berbakat dalam seni lukis, Ronaldo dan Messi berbakat dalam olahraga sepak bola
(Sumber: www.kelambit.com-theworldgame.sbs.com.au)

(Sumber: Sadah Siti Hajar, Embun, http://caraelok.blogspot.co.id/search/label/Pengembangan%-
20Potensi, Jumat, 20 Januari 2017)

Seperti halnya kecerdasan, bakat sebenarnya juga menjadi bagian dari potensi manusia. Setiap individu pada dasarnya memiliki bakat. Bakat yang dimiliki setiap individu berbeda-beda. Orang seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Neymar memiliki bakat yang besar dalam bermain sepak bola. Muhammad Ali, Sugar Ray Leonard, dan Rocky Marciano berbakat dalam olahraga tinju. William Shakespeare, Leo Tolstoy, dan Naguib Mahfuz sangat berbakat dalam sastra. Whitney Houston, Mariah Carey, dan Hetty Koes Endang memiliki bakat mengagumkan dalam menyanyi. Eric Clapton, Slash, dan Idris Sardi memiliki bakat istimewa dalam bermain musik. Leonardo da Vinci, Michaelangelo, dan Affandi memiliki bakat hebat dalam melukis.
Bakat, yang dalam beberapa tahun terakhir seringkali disamakan dengan talenta, memiliki kedekatan definisi dengan kemampuan. Bakat (dalam bahasa Inggris disebut aptitude) lazim didefinisikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi (potential ability) yang masih perlu untuk dikembangkan atau dilatih agar dapat terwujud (Semiawan dan Munandar dalam Sobur, 2011: 180). Adapun kemampuan (ability) merupakan daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan pelatihan (Sobur, 2011: 180).
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 93), bakat diartikan sebagai dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir. Adapun menurut Alex Sobur (2011: 181), bakat merupakan kemampuan alamiah untuk mendapatkan pengetahuan atau keterampilan, yang relatif dapat bersifat umum (contohnya, bakat intelektual umum) atau khusus (bakat akademis khusus). Menurut Arthur Schopenhauer, karena sifatnya bawaan sejak lahir, bakat tidak mudah terpengaruhi oleh lingkungan dan perasaan serta cenderung permanen. Kajian terhadap bakat manusia melahirkan berbagai definisi tentang potensi yang satu ini. Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian dan pendapat seputar bakat.
·         Kartini Kartono (1979) menyatakan, bakat mencakup segala faktor yang terdapat pada individu sejak awal pertama dari kehidupannya yang kemudian menumbuhkan perkembangan keahlian, kecakapan, dan keterampilan khusus tertentu. Bakat bersifat laten potensial; dalam arti dapat mekar dan berkembang.
·         Suganda Pubakawatja (1982) mengatakan, bakat sebagai benih dari suatu sifat baru akan tampak nyata jika mendapat kesempatan atau kemungkinan untuk berkembang.
·         Wijaya (1988: 66) menyatakan bahwa bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang dengan suatu latihan khusus memungkinkannya mencapai suatu kecakapan, pengetahuan, dan keterampilan khusus, seperti kemampuan berbahasa, kemampuan bermain musik, dan sebagainya.
·         Menurut William B. Michael, bakat adalah kemampuan individu dalam melakukan tugas, yang sedikit sekali dipengaruhi atau tergantung pada latihan (yang dilakukan sebelumnya).
·         Menurut Bingham, bakat adalah kondisi, kualitas, atau seperangkat sifat yang dianggap sebagai tanda kemampuan individu untuk menerima latihan (respons).
·         Crow menyatakan, bakat merupakan kualitas yang dimiliki oleh semua orang dalam tingkat yang beragam.
·         Woodworth dan Marquis menyatakan, bakat adalah prestasi yang dapat diramalkan dan dapat diukur melalui tes khusus.
·         Guilford mengatakan, bakat adalah kemampuan kinerja yang mencakup dimensi perseptual, dimensi psikomotor, dan dimensi intelektual.    
Bakat dan kemampuan menentukan prestasi seseorang. Prestasi menjadi perwujudan dari bakat dan kemampuan seseorang. Orang yang memiliki bakat besar dalam bidang tertentu, misalnya, dalam sepak bola, diperkirakan akan mampu meraih prestasi besar dalam cabang olahraga ini. Secara kolektif, ia dapat membawa tim yang dibelanya menjadi juara dalam berbagai turnamen, sementara secara individual, ia dapat terpilih menjadi pemain terbaik serta meraih banyak penghargaan. Prestasi yang tinggi dalam bidang tertentu mengindikasikan bakat dan kemampuan yang unggul dalam bidang yang bersangkutan.
Namun, banyak ahli psikologi menyimpulkan bahwa bakat sebenarnya berperan tidak lebih dari 30 persen dalam menentukan kesuksesan hidup seseorang. Bakat tidak akan menjelma menjadi kemampuan dan keunggulan yang mengantarkan seseorang meraih prestasi dan kesuksesan jika tidak dikelola dan dikembangkan dengan cara yang tepat. Faktor yang menentukan keberhasilan dalam pengembangan bakat, antara lain, motivasi, tekat, lingkungan, sarana, serta pendidikan dan pelatihan. Tak sedikit sosok berbakat besar dalam berbagai bidang hanya menjadi orang biasa atau bahkan menjadi pribadi yang gagal akibat keliru dalam mengelola, menyalurkan, atau mengembangkan bakatnya. Lalu, apa saja jenis-jenis bakat yang dimiliki manusia? Bakat manusia banyak ragamnya. Berikut kita simak jenis-jenis bakat manusia.
Berdasarkan fungsi atau aspek jiwa raga yang terlibat dalam berbagai jenis prestasi, bakat dibedakan menjadi empat, yakni bakat yang lebih berdasarkan psikofisik, bakat kejiwaan yang bersifat umum, bakat kejiwaan yang khas dan majemuk, serta bakat yang lebih berdasarkan pada alam perasaan dan kemauan (Noesyirwan dalam Sobur, 2011: 189–190). 
·        Bakat yang lebih berdasarkan psikofisik. Bakat ini berakar pada jasmaniah sebagai dasar dan fundamen bakat, seperti kemampuan pengindraan; ketangkasan dan ketajaman pancaindra; kemampuan motorik; kekuatan tubuh; kelincahan fisik; serta keterampilan jari-jemari, tangan, dan anggota badan. 
·        Bakat kejiwaan yang bersifat umum. Bakat ini berupa kemampuan ingatan, daya khayal (imajinasi), dan inteligensi. Daya ingat ialah kemampuan menyimpan isi kesadaran pada saat tertentu serta membawanya kembali ke permukaan pada saat yang lain. Dalam ingatan jiwa manusia bersifat menerima dan reproduktif. Imajinasi atau daya khayal merupakan isi kesadaran yang berasal dari dunia dalam diri manusia sendiri, yang berupa gambar khayalan dan gagasan-gagasan kreatif sehingga jiwa manusia bersikap spontan dan produktif. Inteligensi merupakan kemampuan menyesuaikan diri pada keadaan dengan menggunakan alat pemikiran yang berbeda dengan penyesuaian diri karena kebiasaan atau sebagai akibat pelatihan (drill) dan coba-coba (trial and error). Penyesuaian diri karena kebiasaan, pelatihan, dan coba-coba bersifat mekanis, kadangkala secara kebetulan memerlukan banyak waktu. Penyesuaian diri dengan pemikiran terjadi karena pengertian, pendapat pemahaman, pencarian makna dan hubungannya yang terlihat dalam pemecahan dan penguasaan keadaan baru dari kesulitan yang dihadapi. Inteligensi dapat diuraikan sebagai kemampuan menangkap, memahami, menjelaskan, menguraikan, memadukan, serta menyimpulkan arti hubungan dan sangkut paut makna. Setiap orang memiliki isi, proses, dan cara berpikir yang berbeda-beda. 
·        Bakat kejiwaan yang khas dan majemuk. Bakat yang khas atau bakat dalam pengertian sempit adalah bakat yang sejak awal sudah ada dan terarah pada suatu bidang yang terbatas, seperti bakat bahasa, bakat melukis, bakat musik, bakat seni, dan bakat ilmu. Dalam pada itu, bakat majemuk berkembang lambat laun dari bakat produktif ke arah yang sangat tergantung pada keadaan di dalam dan di luar individu, seperti bakat filsafat, bakat hukum, bakat mendidik, bakat psikologi, bakat kedokteran, bakat ekonomi, dan bakat politik. 
·        Bakat yang lebih berdasarkan pada alam perasaan dan kemauan. Bakat ini sangat terkait dengan watak, seperti kemampuan untuk melakukan kontak sosial, kemampuan menyayangi, kemampuan menghayati perasaan orang lain.
Berdasarkan sifat prestasinya, bakat dapat diklasifikasikan menjadi bakat reproduktif, bakat aplikatif, bakat interpretatif, dan bakat produktif  (Noesyirwan dalam  Sobur, 2011: 190).
·        Bakat reproduktif. Bakat reproduktif merupakan kemampuan untuk memproduksi hasil pekerjaan orang lain serta menguraikan kembali dengan tepat pengalaman-pengalaman sendiri. Bakat ini sangat terkait dengan daya ingat seseorang.
·        Bakat aplikatif. Bakat aplikatif adalah kemampuan memiliki, mengamalkan, mengubah, dan menerangkan, pendapat, buah pikiran, dan metode yang berasal dari orang lain.
·        Bakat interpretatif. Bakat interpretatif adalah kemampuan menangkap dan menjelaskan hasil pekerjaan orang lain sehingga selain sesuai dengan maksud penciptanya, penjelasan tersebut juga mencerminkan pendapat atau pendirian pribadi.
·        Bakat produktif. Bakat produktif merupakan kemampuan menciptakan hal-hal baru sebagai sumbangan dalam ilmu pengetahuan, pembangunan, dan bidang kehidupan lain yang berharga.
Dalam diri manusia terdapat lima jenis bakat yang masing-masing terkait dengan bidang-bidang tertentu. Kelima bakat tersebut adalah bakat akademik khusus, bakat kreatif-produktif, bakat seni, bakat psikomotorik, dan bakat sosial.
·        Bakat akademik khusus. Bakat akademik khusus merupakan kemampuan untuk memahami konsep yang berkaitan dengan angka-angka (numeric), logika bahasa (verbal), dan sejenisnya.
·        Bakat kreatif-produktif. Bakat kreatif-produktif adalah bakat dalam menciptakan atau menghasilkan hal baru, seperti menciptakan program komputer baru, teori baru dalam bidang tertentu, model arsitektur baru, dan karya sastra dengan gaya pengungkapan baru.
·        Bakat seni. Bakat seni merupakan bakat dalam menghasilkan karya seni atau melakukan aktivitas seni, seperti mengaransemen musik, membuat patung, menciptakan lukisan, menulis puisi, dan menghasilkan koreografi tari.
·        Bakat psikomotorik. Bakat ini adalah bakat yang terkait dengan kemampuan atau keterampilan fisik, seperti bermain sepak bola, bermain sulap, dan membuat kerajinan tangan.                  
·        Bakat sosial. Bakat ini merupakan bakat dalam melakukan kontak atau hubungan dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat, seperti melakukan negosiasi, menawarkan suatu produk, berkomunikasi dalam organisasi, dan menjadi pemimpin dalam kelompok.
Bakat manusia terdiri atas bakat umum dan bakat khusus. Bakat umum merupakan kemampuan yang berupa potensi dasar yang bersifat umum, yang dimiliki oleh setiap orang. Adapun bakat khusus merupakan kemampuan yang berupa potensi khusus yang tidak dimiliki oleh semua. Bakat khusus terbagi menjadi bakat verbal; bakat numerikal; bakat bahasa (linguistik); bakat kecepatan, ketelitian, dan klerikal; bakat relasi ruang (spasial); bakat mekanik; bakat abstrak; serta bakat skolastik.
·         Bakat verbal. Bakat verbal merupakan bakat mengungkapkan konsep dalam bentuk kata-kata.
·         Bakat numerikal. Bakat ini merupakan bakat memahami konsep dalam bentuk angka.
·         Bakat bahasa (linguistik). Bakat ini adalah bakat dalam melakukan penalaran dan penguasaan bahasa.
·         Bakat kecepatan, ketelitian, dan klerikal. Bakat ini adalah bakat yang terkait dengan kegiatan tulis-menulis, ramu-meramu untuk laboratorium, pekerjaan kantor, dan kegiatan kerohanian.
·         Bakat relasi ruang (spasial). Bakat relasi ruang merupakan bakat untuk mengamati dan menjelaskan pola dua dimensi atau berpikir dalam tiga dimensi.
·         Bakat mekanik. Bakat mekanik adalah bakat untuk menguasai prinsip-prinsip umum mengenai pengetahuan alam, tata kerja mesin, serta perkakas dan peralatan lainnya.
·         Bakat abstrak. Bakat abstrak adalah bakat untuk menguasai pola, rancangan, diagram, ukuran-ukuran, bentuk-bentuk, dan posisi-posisinya.
·         Bakat skolastik. Bakat skolastik merupakan bakat untuk menguasai kombinasi kata-kata (logika) dan angka-angka, termasuk di dalamnya kemampuan dalam penalaran, mengurutkan, berpikir dalam pola sebab-akibat, menciptakan hipotesis, mencari keteraturan konseptual atau pola numerik.

No comments:

Post a Comment