Monday, November 26, 2018

Dampak Globalisasi terhadap Cara dan Gaya Berkomunikasi

Sumber: shutterstock.com


    Globalisasi yang ditandai dengan melimpahnya alat komunikasi modern menyebabkan masyarakat makin bebas, leluasa, dan banyak memiliki pilihan dalam berkomunikasi. Masyarakat tidak lagi harus bersusah payah untuk berbicara langsung face to face dengan sesamanya. Cukup dengan menekan tombol telepon  –– baik telepon biasa maupun HP –– orang sudah dapat terhubung dengan sesamanya di berbagai tempat yang berjauhan untuk saling berbicara. Tersedianya faksimile dan layanan internet juga memudahkan masyarakat kita dalam berkomunikasi secara tertulis dengan sesamanya di berbagai tempat di Indonesia dan di luar negeri.
    Tersedianya alat komunikasi jarak jauh praktis banyak sekali mengubah cara masyarakat dalam berkomunikasi. Jika dahulu masyarakat lebih banyak berkomunikasi  dengan cara langsung (bertatap muka), kini mereka kian terbiasa dengan cara berkomunikasi secara jarak jauh. Berkomuniasi dengan cara seperti ini tentu saja lebih murah, praktis, dan efisien.
    Akan tetapi, kebiasaan berkomunikasi jarak jauh ternyata juga menimbulkan dampak kurang menguntungkan. Kebiasaan tersebut cenderung mengakibatkan renggangnya hubungan kekeluargaan dan persaudaraan. Kemudahan berkomunikasi jarak jauh juga cenderung menyebabkan masyarakat makin individualis sehingga kerekatan, keakraban, dan kebersamaan sosial kian berkurang.
    Hal itu menyebabkan munculnya fenomena yang disebut “mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat”. Artinya, terhadap hal-hal yang secara fisik dan ikatan emosional berjauhan, kita justru menjadi/meradsa dekat; sebaliknya terhadap hal-hal yang secara fisik dan ikatan emosional dekat, kita justru menjadi/meradsa jauh. Misalnya, terhadap kebiasaan dan budaya Barat (yang secara fisik dan emosional jauh) kita justru seringkali merasa dekat atau akrab (akibat terlalu seringnya kita bersentuhan dengan kebiasaan dan budaya itu melalui kecanggihan teknologi komunikasi dan informasi. Akan tetapi, terhadap adat istiadat dan seni budaya bangsa Indonesia sendiri, kita seringkali merasa asing akibat waktu kita banyak tersita untuk berasyik masyuk dengan budaya bangsa asing melalui kecanggihan teknologi komunikasi dan informasi.


Dampak Globalisasi terhadap Gaya Hidup Masyarakat


Sumber: shutterstock.com

    Dampak globalisasi dalam kehidupan masyarakat terutama mempengaruhi gaya hidup dan perilaku. Akibat globalisasi, gaya hidup dan perilaku masyarakat kita mengalami perubahan. Hal ini dapat kita rasakan dan saksikan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak di antara gaya hidup dan perilaku masyarakat saat ini tidak mencerminkan keaslian budaya atau kebiasaan masyarakat dan bangsa kita sendiri, melainkan hasil peniruan atas budaya atau kebiasaan bangsa asing –– yang masuk ke Indonesia melalui globalisasi.
    Setidaknya dalam 20 hingga 30 tahun terakhir ini praktis gaya hidup dan perilaku atau kebiasaan masyarakat kita telah banyak berubah. Perubahan gaya hidup dan perilaku atau kebiasaan tidak hanya terjadi pada masyarakat perkotaan, melainkan juga pada masyarakat pedesaan. Hal ini terjadi sebagai akibat derasnya informasi yang masuk ke Indonesia melalui media massa dan internet serta ditambah beredarnya secara luas bermacam-macam produk barang luar negeri di tengah masyarakat. Gaya hidup masyarakat yang mengalami perubahan, antara lain, terjadi dalam mengonsumsi makanan dan minuman, berpakaian, menata rambut, serta merawat tubuh.
1.  Mengonsumsi Makanan dan Minuman
   Jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat kita saat ini jelas berubah. Makanan dan minuman yang dikonsumsi tidak hanya lebih banyak jumlahnya, tetapi juga lebih beraneka ragam jenisnya. Sebagiannya merupakan produk makanan dan minuman dari mancanegara yang masuk ke Indonesia melalui impor atau diproduksi di Indonesia melalui lisensi. Beberapa contoh jenis makanan dan minuman asing atau berbau asing yang beredar dan banyak dikonsumsi masyarakat adalah ayam goreng tepung (fried chicken), steak, bistik, pizza, burger, spageti, es krim, ramen, bulgogi, dan minuman ringan bersoda.
    Sebagian makanan tersebut merupakan jenis makanan yang dihidangkan secara cepat saji (fast food). Bagi sebagian kalangan, terutama masyarakat kota besar, jenis makanan semacam itu menjadi daya tarik tersendiri karena kelebihan segi efisiensinya –– disajikan secara cepat. Masyarakat kota besar yang akibat globasliasi juga mulai terpola dengan irama hidup yang serbacepat, relatif cocok dengan jenis makanan fast food  karena untuk urusan makan pun sekarang mereka butuh waktu yang cepat dan singkat.
2.  Cara Berpakaian
    Gaya berpakaian masyarakat tampak sudah cukup jauh bergeser dari cara asli orang Indonesia memperlakukan dan mengenakan pakaian. Berdasarkan adat Indonesia khususnya dan adat ketimuran umumnya, pakaian digunakan untuk menutup tubuh agar penampilan diri terlihat patut dan sopan.  Dengan prinsip itu, maka masyarakat Indonesia dan Timur cenderung berpakaian secara rapat dan longgar, tetapi dengan tidak  meninggalkan segi keserasian bentuk, corak, dan warna. Fungsi pokok berpakaian, yakni sebagai penutup sekaligus pelindung tubuh, tetap menjadi prioritas utama.
    Namun, akibat pengaruh mode berpakaian masyarakat mancanegara –– terutama negara-negara Barat –– cara dan prinsip tersebut menjadi berubah. Hal ini terutama terjadi pada remaja dan anak-anak muda, khususnya kalangan perempuan. Para remaja putri Indonesia kini cenderung berpakaian ketat dan agak terbuka. Berpakaian ketat dan terbuka dilakukan untuk mengikuti mode yang didasarkan pada anggapan bahwa pakaian ketat dan agak terbuka identik dengan keindahan karena memperlihatkan garis tubuh serta menampakkan pula sebagian anggota tubuh.
3.  Menata Rambut
    Dalam hal gaya penampilan yang lain, yakni menata rambut, juga terjadi pergeseran. Akibat terpengaruh warna rambut orang-orang asing, banyak remaja dan anak muda kita mengubah warna asli rambutnya. Warna rambut mereka yang aslinya hitam, mereka ubah dengan cat sehingga menjadi berwarna pirang, cokelat, kemerah-merahan, kekuning-kuningan, dan sebagainya.
    Tidak jarang pula rambut sengaja dibuat acak-acakan atau menyeruak ke atas. Pada remaja dan pemuda laki-laki, rambut kadang dibiarkan memanjang menyerupai rambut wanita atau bagian tertentu dibuat lebih panjang dibanding bagian yang lain. Untuk melengkapi penampilan, mereka juga kadang menindik telinga dan memasinginya anting-anting seperti perempuan serta menghiasi bagian-bagian tubuh tertentu dengan tato.
4.  Merawat Tubuh
    Globalisasi juga menyebabkan pandangan masyarakat mengenai perawatan tubuh tidak lagi seperti dahulu. Jika dahulu persoalan merawat tubuh lebih banyak menjadi urusan kaum wanita, kini hal itu berlaku pula bagi kaum pria. Di tengah makin maraknya kaum wanita Indonesia melakukan usaha perawatan tubuh, kaum pria di kalangan tertentu di kota-kota besar saat ini mulai dilanda kegandrungan untuk melakukan hal yang sama. Di pusat-pusat kebugaran, tidak sedikit kaum pria melakukan fitness atau aerobik untuk membentuk otot dan tubuh. Tempat-tempat jasa perawatan tubuh –– seperti salon dan spa –– juga tidak lagi dipenuhi kaum wanita. Tak mau tertinggal dari kaum wanita, kaum pria tidak malu dan sungkan lagi keluar masuk salon dan spa  untuk merawat kulit dan kuku.

Dampak Globalisasi terhadap Mobilitas Sosial serta Kebiasaan dan Adat Istiadat

Sumber: ips.lk


    Kemajuan teknologi informasi dan transportasi menjadikan mobilitas sosial atau pergerakan masyarakat berlangsung lebih cepat dan luas. Kemajuan teknologi informasi menyebabkan pengetahuan masyarakat kita tentang tempat-tempat lain di luar daerah dan luar Indonesia bertambah luas. Adapun kemajuan teknologi transportasi sangat memudahkan masyarakat untuk bepergian atau berpindah-pindah tempat.
    Oleh sebab itulah, pergerakan masyarakat dari satu tempat ke tempat lain saat ini berlangsung makin banyak dan tinggi. Pergerakan dilakukan untuk berbagai keperluan, dari sekadar melakukan wisata, perniagaan, sampai mencari pekerjaan. Pergerakan seperti itu tidak hanya terjadi atau dilakukan secara lintas kota atau daerah (antarkota dan antardaerah), tetapi juga lintas negara (antarnegara).
    Beberapa kebiasaan atau tradisi khas masyarakat kita mengalami pergeseran akibat masuknya pengaruh asing melalui globalisasi. Kebiasaan tertentu masyarakat, seperti gotong royong, kian berkurang akibat masyarakat mulai dihinggapi sifat individualis dan persaingan. Individualisme dan persaingan juga mengakibatkan kebiasaan silaturahmi (kunjung-mengunjungi) dalam masyarakat makin menurun serta sikap kepedulian terhadap sesama makin menipis.
    Namun, di sisi lain, akibat globalisasi, prakarsa untuk mempertahankan dan melestarikan adat dan kesenian khas dari berbagai daerah di Indonesia juga tumbuh kian kuat. Walaupun banyak dilatarbelakangi kepentingan ekonomi, keinginan untuk menampilkan jenis-jenis adat dan kesenian khas daerah sebagai atraksi wisata tumbuh di mana-mana. Adat dan kesenian tradisional dari berbagai daerah banyak ditampilkan sebagai bagian dari atraksi wisata untuk menarik minat para wisatawan, terutama wisatawan dari mancanegara.

Dampak Globalisasi terhadap Persaingan dan Mencari Ilmu Pengetahuan

Sumber: libron.com


    Melalui perdagangan bebas, globalisasi tidak hanya menyebabkan munculnya persaingan antarnegara, melainkan juga memicu terjadinya persaingan antarindividu dan antarmasyarakat di setiap negara. Perdagangan bebas tidak melulu mengakibatkan terjadinya persaingan dalam bidang ekonomi, melainkan akhirnya menimbulkan persaingan dalam bidang-bidang lain. Kata atau ungkapan “bebas” melahirkan fenomena bebas bersaing dalam segala hal untuk menghasilkan produk atau karya dengan kualitas yang sebaik-baiknya.
    Hal itu mendorong meningkatnya semangat bersaing dalam masyarakat. Dewasa ini kesadaran individu dan masyarakat kita untuk meningkatkan presatsi dan kemampuan diri cenderung meningkat. Ihwal pentingnya memenangkan persaingan yang hampir setiap hari ditekankan media massa dan pemerintah memacu masyarakat kita untuk memperbaiki diri dalam rangka meningkatkan kemampuan bersaing.
    Cara yang seringkali ditempuh untuk meningkatkan kemampuan diri oleh masyarakat adalah mencari ilmu pengetahuan, menambah wawasan, dan memperbaiki keterampilan atau kecakapan. Cara ini dilakukan baik lewat bangku pendidikan formal, pelatihan-pelatihan nonformal, maupun usaha belajar mandiri. Kemajuan pesat dalam teknologi bidang informasi –– terutama media massa dan internet –– menjadikan masyarakat memiliki kesempatan yang kian luas untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.

Dampak Positif dan Negatif Globalisasi

Sumber: teamsande2006.blogspot.com 

    Dampak-dampak yang timbul dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara akibat globalisasi kiranya tidak sepenuhnya positif serta tidak pula sepenuhnya negatif. Selain membawa dampak positif, globalisasi juga menimbulkan dampak negatif. Dampak positif globalisasi dapat meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara kita, sebaliknya dampak negatifnya dapat menurunkan atau bahkan mengancam keberadaan kita sebagai bangsa dan negara.
    Kemajuan teknologi dalam bidang informasi, komunikasi, dan transportasi, misalnya, jelas membawa dampak positif bagi kehidupan kita. Namun, kemajuan dalam bidang yang sama ternyata juga menimbulkan dampak negatif. Demikian pun dalam hal persaingan bebas, kita menghadapi masalah yang serupa. Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan diuraikan lebih terperinci dampak-dampak positif dan negatif dari globalisasi.
1.  Dampak Positif Globalisasi
   Berkah globalisasi ditandai dengan kian maju dan canggihnya berbagai bidang kehidupan. Kemajuan dan kecanggihan tersebut mempermudah manusia dalam menjalani hidup dan meraih kesejahteraan. Globalisasi yang menyebabkan terjadinya kesalingtergantungan juga mendorong manusia untuk mengutamakan sikap toleran dan saling pengertian. Dampak-dampak positif globalisasi bagi kehidupan kita selanjutnya dapat dipaparkan sebagai berikut.
  • Globalisasi mempermudah masyarakat dalam melakukan hubungan dengan sesamanya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Ditemukan dan diciptakannya alat-alat komunikasi jarak jauh yang canggih membuat masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan berarti dalam menjalin kontak. Dengan menggunakan alat-alat komunikasi canggih yang sudah banyak tersedia, kita dapat melakukan kontak dengan individu dan masyarakat lain dari berbagai suku dan bangsa yang berbeda-beda dalam jarak yang berjauhan.
  • Globalisasi memberi peluang yang besar kepada masyarakat untuk meningkatkan wawasan dan penguasaan ilmu pengetahuan. Kecanggihan teknologi informasi menyebabkan masyarakat leluasa dalam mengikuti dan menyerap informasi. Ketersediaan informasi dalam berbagai jenis dan bentuk –– berita dan kajian ilmiah dari koran, majalah, radio, televisi, sampai internet –– memungkinkan masyarakat untuk menemukan dan mendapatkan sumber-sumber ilmu pengetahuan baru yang bermanfaat.
  • Globalisasi mempermudah mobilitas atau pergerakan masyarakat. Kemajuan teknologi transportasi (angkutan) sangat membantu masyarakat dalam menjangkau dan menjelajahi wilayah-wilayah lain untuk keperluan wisata, menempuh studi, melakukan perdagangan, melakukan penelitian, dan sebagainya. Tersedianya alat transportasi yang canggih, cepat, dan berjangkauan luas memungkinkan kita dapat melakukan pergerakan dan perjalanan tidak hanya di wilayah negara kita sendiri, melainkan juga ke pelosok-pelosok dunia yang jauh dan terpencil.
  • Globalisasi mendorong masyarakat untuk bekerja keras dalam usaha meningkatkan kemampuan dan kecakapan. Era global yang sarat dengan persaingan keras dalam berbagai bidang kehidupan merangsang masyarakat –– termasuk para pelajar –– untuk banyak belajar dan mengembangkan diri. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meraih prestasi, meningkatkan kinerja, dan memantapkan kemampuan bersaing.
  • Globalisasi menumbuhkan sikap toleran dan saling pengertian. Akibat adanya kesalingtergantungan, bangsa-bangsa di dunia, masyarakat, dan individu cenderung bisa menerima perbedaan dan kemajemukan serta dapat memahami keadaan dan posisinya masing-masing. Dengan begitu, akan dapat dijalin kerja sama yang saling menguntungkan. Kerja sama merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindarkan sebagai akibat adanya sifat saling tergantung satu sama lain.
  • Globalisasi meningkatkan kemampuan ekonomi negara dan masyarakat. Berlakunya sistem perdagangan bebas di sisi satu membuka peluang ekspor bagi barang-barang produksi Indonesia serta di sisi lain mendorong masuknya investasi modal asing di Indonesia. Ekspor akan meningkatkan devisa dan pendapatan negara, sementara investasi asing di Indonesia selain akan menambah pendapatan negara lewat pajak, juga akan meningkatkan pendapatan masyarakat karena membuka lapangan kerja baru.
  • Globalisasi meningkatkan produktivitas dan prestasi masyarakat. Persaingan dan hubungan antarbangsa membuat masyarakat terpacu untuk memperbaiki kemampuan dan meniru hal-hal positif dari bangsa lain (seperti disiplin tinggi). Adapun kemajuan teknologi dalam berbagai bidang kehidupan memungkinkan masyarakat dapat melakukan aktivitas secara efektif dan efisien. Semua itu menyebabkan masyarakat menjadi lebih produktif dan berprestasi dalam menekuni pekerjaan atau profesinya.
  • Globalisasi meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai banyak hal. Kemajuan hidup bangsa-bangsa asing modern serta masuknya berbagai informasi melalui media massa internasional memicu dan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai hal-hal penting, seperti demokrasi, hak asasi manusia, lingkungan hidup, hukum, pendidikan, kesehatan, serta seni dan budaya. Kesadaran mengenai kesemua hal tersebut sangat bermanfaat untuk menumbuhkan prakarsa perbaikan atau pembangunan dalam bidang-bidang yang bersangkutan.

2.  Dampak Negatif Globalisasi
   Selain membawa berkah, globalisasi dikhawatirkan dapat mendatangkan bencana. Kekhawatiran tersebut bukannya tanpa alasan sebab gejala-gejala kemunduran dan kerusakan akibat globalisasi selama ini benar-benar sudah menampakkan wujudnya. Globalisasi memperlebar kesenjangan antara yang kuat dan lemah, membuat manusia kian materialistis dan individualis, menimbulkan kerusakan lingkungan, menyebabkan munculnya kolonialisme baru, dan sebagainya. Dampak-dampak negatif globalisasi selanjutnya dapat kita lihat dalam uraian berikut.
  • Globalisasi menyuburkan egoisme dan individualisme. Kemajuan teknologi dalam berbagai bidang –– terutama bidang komunikasi –– telah memanjakan masyarakat sedemikian rupa sehingga di tengah masyarakat muncul keasyikan terhadap diri sendiri serta melalaikan kepedulian dan tanggung jawab sosial. Berkat kehebatan teknologi komunikasi, manusia seringkali cenderung lebih membutuhkan benda (alat komunikasi) daripada kehadiran sesamanya. Hal ini karena dengan alat komunikasi yang serbacanggih manusia dapat leluasa berhubungan dengan banyak pihak sambil tetap menyendiri serta tanpa harus bertemu langsung dengan sesamanya.
  • Globalisasi menyebabkan terjadinya dominasi (penguasaan) pihak yang kuat terhadap yang lemah. Berlakunya persaingan bebas mengakibatkan pihak yang kuat secara ekonomi dan politik mengalahkan dan menguasai pihak yang lemah. Hal ini memperlebar kesenjangan (jarak pemisah) antara pihak yang kuat dan yang lemah serta menyebabkan pihak yang kuat akan makin jaya serta pihak yang lemah akan kian terpuruk.
  • Globalisasi mengancam keutuhan identitas dan budaya bangsa. Serbuan budaya asing melalui informasi media massa mempengaruhi pandangan dan kebiasaan masyarakat dalam berbagai hal, seperti cara bergaul, penampilan diri, dan menentukan gaya hidup. Jika kebiasaan atau budaya asing dipandang lebih modern dan sesuai tuntutan zaman, maka masyarakat mudah sekali melakukan peniruan-peniruan (terhadap kebiasaan/budaya asing yang bersangkutan) sehingga kebiasaan atau budaya bangsa sendiri cenderung akan ditinggalkan.
  • Globalisasi memicu materialisme, hedonisme, konsumerisme, dan sadisme. Kecanggihan teknologi dan masuknya nilai-nilai asing dapat menyebabkan masyarakat terjerumus dalam pemujaan terhadap materi atau harta benda serta mengutamakan kesenangan fisik atau hidup hura-hura semata (seks bebas, pemakaian narkoba, dan sebagainya). Adapun maraknya iklan di media massa (terutama televisi) mendorong masyarakat bersikap konsumtif serta gencarnya berita kriminalitas di media massa dan tayangan film action di televisi juga dapat merangsang masyarakat berlaku keras, kasar, dan brutal.
  • Globalisasi menimbulkan kerusakan lingkungan hidup. Keinginan untuk menghasilkan produk (barang) yang unggul dalam rangka menghadapi dan menyongsong persaingan bebas memacu tingginya kegiatan industri di berbagai belahan dunia. Kegiatan industri yang tak terkendali menyebabkan terjadinya pencemaran air, tanah, dan udara. Dampak yang saat ini paling terasa akibat pencemaran adalah adanya pemanasan global (global warming) akibat menipisnya lapisan ozon.
  • Globalisasi mengakibatkan munculnya kolonialisme gaya baru. Sistem perdagangan bebas yang banyak diberlakukan melalui desakan negara-negara maju umumnya menimbulkan kerugian pada negara-negara berkembang dan terbelakang. Sistem perdagangan bebas banyak dirasakan sebagai bentuk penjajahan halus karena selain diberlakukan dengan setengah paksaan, kenyataannya juga mengakibatkan terdesaknya kepentingan ekonomi dan politik negara-negara berkembang dan terbelakang.

Friday, November 9, 2018

Pengertian Globalisasi

Sumber: dosensosiologi.com

     Globalisasi terbentuk dari kata global dan -isasi.  Kata global mengandung arti ‘dunia’, ‘mencakup seluruh dunia’, ‘universal’, atau ‘umum’.  Adapun  -isasi  merupakan imbuhan (sufiks) yang mengandung arti ‘proses’ atau ‘cara’. Berdasarkan pembentukan kata tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002), globalisasi dapat diberi pengertian proses masuknya (kehidupan) ke ruang lingkup dunia.
     
     Sebagai istilah, globalisasi merujuk pada pengertian bahwa kehidupan bangsa-bangsa dan negara-negara di dunia (di muka bumi) telah masuk pada tahap melebur dan menyatu. Peleburan dan penyatuan terjadi akibat kabur dan lenyapnya batas-batas negara. Adapun kabur dan lenyapnya batas-batas itu terjadi akibat beberapa hal, seperti dilakukannya kerja sama antarnegara dalam berbagai bidang, diberlakukannya kesepakatan internasional (terutama perdagangan bebas antarnegara), mobilitas atau pergerakan penduduk antarnegara, lalu lintas informasi antarnagara, dan komunikasi antarmasyarakat di berbagai belahan dunia.
     Sebelum globalisasi muncul, hubungan antarnegara dan antarmasyarakat amatlah terbatas atau dapat dikatakan tidak ada sama sekali. Sebelum terjadi globalisasi, setiap negara hanya sibuk dengan dirinya sendiri serta cenderung menutup diri dan menetapkan batas-batas yang tegas dan keras dengan negara lain.  Sementara itu, masyarakat di masing-masing negara pun sangat terbatas melakukan hubungan. Jangankan untuk melakukan kontak dengan masyarakat di negara lain, untuk menjalin hubungan dengan kelompok masyarakat di negara sendiri pun sangat sulit atau sangat terbatas dilakukan. Setiap negara dan masyarakat sepertinya merasa tidak saling membutuhkan dan saling bergantung.
     Akan tetapi, setelah globalisasi datang, semua itu berubah. Banyak negara saling menjalin kerja sama serta tidak sedikit kesepakatan-kesepakatan internasional dibuat sehingga terjadi interaksi yang menumbuhkan keterbukaan dan pergaulan antarnagara. Di sisi lain, sejalan dengan banyaknya penemuan teknologi, terutama dalam bidang informasi, komunikasi, dan transportasi, masyarakat pun makin bebas dan leluasa untuk bergerak (bepergian), menyebarkan dan menerima informasi, serta berkomunikasi dengan sesamanya. Hal itu dapat dilakukan masyarakat tidak hanya di negaranya sendiri, melainkan juga dapat dilakukan dan terjadi di atau dengan sasaran masyarakat di negara-negara lain di seluruh dunia.
     Di tengah kian hebatnya arus globalisasi, kerja sama dan kesepakatan internasional makin banyak dibuat serta persebaran informasi, kegiatan berkomunikasi, dan aktivitas bertransportasi kian banyak terjadi dan dilakukan. Semua kemudahan dan keleluasaan itu menyebabkan setiap negara, masyarakat, dan individu seolah-olah tidak lagi hidup dalam suatu tempat tertentu yang dibatasi oleh garis wilayah serta segala macam perbedaan atribut (kesukuan, kebangsaan, agama, dan sebagainya). Negara, masyarakat, dan individu seolah-olah meleburkan dan menyatukan diri sehingga segala jenis batas –– terutama batas wilayah antarnegara –– seperti kabur atau bahkan lenyap.
     Hubungan, kerja sama, dan hal-hal lain sejenisnya yang dilakukan kemudian menyebabkan terbentuknya sikap saling pengertian dan saling membutuhkan. Di sisi satu setiap pihak menjadi sadar akan kekurangannya dan di sisi lain sadar akan peranan pihak lain. Untuk melangkapi kekurangannya, setiap pihak memerlukan bantuan atau peranan pihak lain sehingga masing-masing menjadi tidak dapat saling melepaskan diri. Hal ini menyebabkan munculnya proses pembalikan: dari semula saling menutup diri dan tak peduli, setiap pihak menjadi saling membutuhkan dan saling bergantung. Hal ini akhirnya menyebabkan munculnya interdependensi atau kesalingtergantungan sehingga globalisasi kemudian sangat lekat dengan fenomena kesalingtergantungan.


Arti Penting Globalisasi bagi Indonesia

Sumber: shutterstock.com

     Apakah globalisasi penting bagi bangsa Indonesia? Di manakah letak pentingnya globalisasi bagi bangsa kita? Bagaimanakah cara bangsa kita menghadapi globalisasi sehingga fenomena ini tetap terasa penting bagi kehidupan kita sebagai masyarakat, bangsa, dan negara?

     Sebagai bagian dari kemajuan peradaban manusia atau perubahan zaman, globalisasi kiranya tidak dapat atau sangat sulit kita hindari. Seperti umumnya bangsa-bangsa lain di dunia, bangsa kita ikut terlibat dalam proses globalisasi. Hal ini ditandai oleh aktifnya negara kita dalam kerja sama dan kesepakatan-kesepakatan internasional serta intensifnya masyarakat Indonesia dalam menyerap informasi dari berbagai belahan dunia, berkomunikasi dengan masyarakat dari negara-negara lain, dan bergerak (bepergian, berwisata, belajar, dan menanam modal) ke negara-negara lain.
     Hal itu menunjukkan bahwa di luar dampak-dampak negatif yang ditimbulkannya, globalisasi memberikan manfaat bagi bangsa kita. Berkat globalisasi, bangsa kita dapat menikmati berbagai fasilitas internasional melalui kerja sama dengan bangsa-bangsa lain. Berkat globalisasi pula, masyarakat kita relatif lebih lebih mudah melakukan komunikasi dengan sesama (termasuk dari mancanegara), mendapatkan informasi berharga dari seluruh penjuru dunia, serta melakukan perjalanan (untuk berbagai keperluan) ke berbagai tempat di banyak negara.
     Globalisasi juga mendatangkan berkah dalam bidang ekonomi, politik, dan kemasyarakatan. Dalam bidang ekonomi, globalisasi membuka kemungkinan meningkatnya kegiatan penanaman modal asing di Indonesia serta mendorong kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Dalam bidang politik dan kemasyarakatan, globaslisasi turut menggugah kesadaran akan demokrasi dan hak asasi manusia di kalangan para politisi, aparat pemerintah, dan masyarakat luas.
     Di sisi lain, jika kita mengingat akan dampak-dampak negatifnya, globalisasi justru akan menyadarkan kita akan pentingnya pertahanan dan keamanan nasional. Pengaruh-pengaruh negatif globalisasi dalam berbagai bentuknya kiranya akan mendobrak kita untuk bangkit melakukan serangkaian upaya dalam rangka memperkuat sistem pertahanan dan keamanan negara. Sebagai bangsa yang sadar akan pentingnya keutuhan kepribadian dan identitas nasional, kita tentunya tidak akan tinggal diam jika pengaruh-pengaruh negatif globalisasi menggerogoti dan menghancurkan sendi-sendi kehidupan kita.
     Begitulah hal-hal mendasar yang terjadi terkait dengan fenomena globalisasi. Hal-hal tersebut memiliki konsekuensi penting bagi Indonesia. Semua hal yang terjadi di seputar globalisasi berikut akibat-akibatnya akan mempengaruhi peranan dan posisi negara kita dalam pergaulan dengan negara-negara lain di dunia serta mempengaruhi keberadaan dan keberlangsungan kita sebagai bangsa dan negara. Berikut ini diuraikan hal-hal seputar globalisasi yang menyebabkan globalisasi sebagai fenomena yang perlu diikuti bangsa Indonesia dengan proaktif disertai sikap hati-hati dan waspada.

Globalisasi Meningkatkan Wawasan dan Ilmu Pengetahuan

Sumber: shutterstock.com


     Globalisasi yang ditandai dengan penggunaan teknologi canggih dalam bidang informasi juga memungkinkan tersebarnya ilmu pengetahuan ke seluruh penjuru dunia. Media massa tidak hanya menyebarkan informasi dalam bentuk berita, tetapi juga menyediakan ruang khusus berisi ilmu pengetahuan bagi pendengar, pemirsa, dan pembaca. Media seperti internet bahkan sangat kaya akan informasi yang berisi berita-berita aktual serta ilmu pengetahuan populer dan ilmiah terbaru.
     Di sisi lain, sejalan dengan makin demokratisnya pemerintah yang berkuasa, kebebasan masyarakat untuk memanfaatkan berbagai media massa, termasuk internet, juga makin besar. Media massa kini tidak lagi dibatasi dan dikekang untuk menyampaikan informasi, sedangkan masyarakat juga diberi keleluasaan untuk menggunakan berbagai media massa yang tersedia sekaligus menyerap informasi yang disampaikannya. Media massa dan masyarakat diberi kebebasan untuk saling berinteraksi secara positif dan saling menguntungkan.
     Hal tersebut tidak hanya memudahkan masyarakat mengakses (memanfaatkan) media massa, melainkan juga merangsang masyarakat untuk aktif menyerap informasi dan ilmu pengetahuan. Dengan tersedianya informasi dan ilmu pengetahuan melalui media massa serta fleksibelnya sikap pemerintah, kesempatan masyarakat untuk menambah wawasan dan perbendaharaan ilmu menjadi makin terbuka lebar. Untuk meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan, masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan dunia pendidikan dan buku, tetapi juga media massa (termasuk tentunya internet).


Globalisasi Meningkatkan Popularitas Indonesia

Sumber: antarafoto.com
     Di tengah globalisasi, persebaran informasi berlangsung dengan cepat dan tinggi. Hal ini dimungkinkan oleh ditemukan, diciptakan, dan digunakannya teknologi informasi yang canggih serta makin banyaknya media massa yang tersedia dan beredar. Dapat dikatakan, setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menit, informasi membanjir ke tengah masyarakat melalui surat kabar, majalah, radio, televisi, dan internet.         
    
     Informasi yang muncul beraneka ragam jenis dan isinya, dari soal makanan, gaya hidup, pariwisata, olahraga, kriminal, hukum, ekonomi, hingga politik. Informasi keluar dan masuk baik di dalam negara maupun di antara negara-negara di dunia. Peredaran informasi antarnegara biasanya akan membawa atau menyertakan nama negara. Informasi tentang kemelut di Irak yang disiarkan kantor berita asing, misalnya, dengan sendirinya akan membawa nama negara yang bersangkutan (Irak) dan beberapa negara lain yang terkait dengannya (seperti Amerika Serikat dan Inggris).
     Membanjirnya informasi dalam lingkup internasional menyebabkan banyak negara menjadi bahan informasi yang disebarkan. Terutama negara-negara yang memiliki peranan menonjol dan profil menarik di dunia internasional, akan banyak mendapat sorotan dan menjadi bahan berita. Terkait dengan hal ini, Indonesia memiliki kelebihan-kelebihan sebagai bahan publikasi (berita) media massa internasional. Indonesia dikenal sebagai negara yang cukup menonjol di kawasan Asia Tenggara, berpenduduk padat yang potensial untuk memasarkan produk dan menanamkan modal, serta kaya akan keindahan alam dan budaya.
     Bersamaan dengan kian derasnya globalisasi bergulir, profil Indonesia makin dikenal di dunia internasional. Hal ini dapat terjadi karena dimungkinkan oleh kemajuan dan kecanggihan teknologi informasi, selain juga dimungkinkan oleh banyaknya kerja sama dan kesepakatan internasional yang dibuat. Makin populernya profil negara kita di dunia internasional tentu saja sangat menguntungkan bagi kehidupan kita di dalam negeri. Dengan makin dikenal, negara kita diharapkan akan kian menarik minat para investor asing untuk menanamkan modal serta memikat wisatawan asing untuk melakukan kunjungan wisata. Meningkatnya investasi dan kunjungan wisata oleh warga negara asing di Indonesia akan menguntungkan perekonomian Indonesia karena akan meningkatkan sumber penerimaan atau pendapatan negara.

Globalisasi Meningkatkan Kesadaran HAM dan Demokrasi

Sumber: www.kuliah.info

     Dalam pergaulan internasional dewasa ini, hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi menjadi isu yang paling hangat dan populer. Hampir semua kerja sama dan kesepakatan internasional dikaitkan dengan HAM dan demokrasi. Bantuan ekonomi dan kemanusiaan baik oleh negara-negara maju maupun lembaga-lembaga internasional juga diberikan dengan mempertimbangkan catatan tentang HAM dan demokrasi. Negara-negara yang (pemerintahnya) memiliki rekor buruk dalam HAM dan demokrasi cenderung luput dari pemberian bantuan internasional atau bahkan malah dikenai sanksi dan embargo.
     Banyak kalangan internasional menganggap abad k-21 saat ini sebagai abad HAM dan demokrasi.  Dalam abad ke-21,  nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi hendak ditegakkan dengan lebih serius dan semestinya setelah pada abad-abad lalu penindasan terhadap kemanusiaan dan otoritarianisme merebak di banyak tempat. Untuk mendukung upaya tersebut, kampanye penyadaran tentang pentingnya HAM dan demokrasi digelorakan di berbagai penjuru dunia.
     Sebagai dampaknya, pandangan tentang pentingnya HAM dan demokrasi menyebar di berbagai belahan dunia. Proses persebaran itu dipercepat oleh bergulirnya globalisasi. Lembaga-lembaga internasional dan kerja sama antarnegara dengan dukungan media massa mengaitkan persoalan-persoalan dunia dengan isu HAM dan demokrasi sehingga kesadaran masyarakat tentang HAM dan demokrasi di banyak negara –– terutama di negara-negara berkembang –– pun mulai bangkit.
     Proses tersebut juga ikut melanda Indonesia. Kesadaran masyarakat kita tentang HAM dan demokrasi sejak pemerintah Orde Baru tumbang oleh gerakan reformasi mulai tumbuh subur. Hal ini ditandai dengan makin kritisnya masyarakat kita dalam menuntut perbaikan HAM dan demokrasi kepada pemerintah baru yang berkuasa. Kian meningkatnya kesadaran HAM dan demokrasi pada masyarakat kita jelas sekali tidak terlepas dari bertiup kencangnya isu HAM dan demokrasi ke berbagai penjuru dunia melalui globalisasi.

Globalisasi Meningkatkan Kemampuan Bersaing

Sumber: diskopi.wordpress.com

     Salah satu faktor penentu terjadinya globalisasi adalah diberlakukannya perdagangan bebas antarnegara. Hal ini merupakan kesepakatan yang diambil secara internasional. Sistem perdagangan bebas saat ini sudah mulai diberlakukan di beberapa kawasan serta pada masa mendatang akan diberlakukan di seluruh dunia.

   Berlakunya perdagangan bebas menyebabkan batas-batas wilayah negara makin kabur karena lalu lintas barang dan jasa antarnegara berlangsung dengan relatif bebas tanpa dikenai berbagai aturan dan pajak. Perdagangan bebas menyebabkan kegiatan perdagangan internasional seperti layaknya berlangsung dalam satu tempat saja. Satu-satunya hal yang menentukan dalam sistem perdagangan semacam itu adalah kualitas. Setiap negara berusaha mengasilkan barang dan jasa yang sebaik-baiknya untuk bersaing memperebutkan pasar (pembeli/konsumen).
     Hal itu menyebabkan globalisasi sangat lekat dengan persaingan (kompetisi). Oleh sebab itu, era globalisasi seringkali disebut sebagai era yang penuh dengan persaingan. Hidup dalam era globalisasi harus siap untuk bersaing agar tidak terlindas dan tertinggal. Persaingan dalam globalisasi pun berlangsung secara kompleks. Persaingan tidak hanya terjadi dalam lingkup negara (antarnegara) secara internasional, tetapi juga antarindividu dan antarmasyarakat dalam satu negara.
     Maka, globalisasi kemudian merangsang setiap negara, masyarakat, dan individu untuk meningkatkan kemampuan dalam usaha memenangkan persaingan. Hal ini mulai menjadi gejala baru yang secara massal melanda masyarakat di seluruh dunia. Masyarakat dari berbagai negara kini mulai menyadari pentingnya meningkatkan kemampuan diri dalam rangka menghadapi persaingan.
     Hal serupa juga terjadi di Indonesia. Kesadaran akan pentingnya memiliki kemampuan yang tinggi dalam menghadapi persaingan telah memacu masyarakat kita untuk melakukan upaya-upaya perbaikan. Para politisi, kaum profesional, pegawai, pengusaha, mahasiswa, dan pelajar kini mulai memiliki kecenderungan kuat untuk aktif meningkatkan kemampuan diri dalam rangka menghadapi persaingan. Gejala positif yang menggembirakan ini tumbuh tidak lain karena dirangsang oleh globalisasi yang melanda masyarakat dunia dan masyarakat kita.

Globalisasi Mempermudah Proses Komunikasi


Sumber: moondoggiesmusic.com
     Globalisasi dan komunikasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Globalisasi muncul tidak lain karena adanya komunikasi atau kontak (dalam arti luas) antarindividu, antarmasyarakat, dan antarbangsa. Komunikasi tersebut dapat berlangsung dengan intensif dan luas karena faktor ketersediaan alat komunikasi.
     Di hadapan individu dan masyarakat tersedia begitu banyak alat komunikasi dengan berbagai jenis, corak, dan kecanggihan teknologinya. Tak pelak lagi, ditambah dengan sifat sosial manusia yang senantiasa ingin menjalin hubungan dengan sesamanya, membanjirnya alat komunikasi menyebabkan kegiatan berkomunikasi secara besar-besaran akhirnya tak dapat dihindarkan lagi. Maka, seperti yang kita saksikan, penggunaan alat komunikasi –– terutama telepon, baik telepon seluler (telepon genggam) maupun telepon biasa –– dalam kehidupan manusia saat ini begitu tinggi.
     Hal itu tidak hanya terjadi di luar negeri, tepatnya di negara-negara maju yang memiliki teknologi tinggi, tetapi juga di negara-negara berkembang seperti halnya Indonesia. Ketersediaan alat komunikasi yang melimpah akhirnya membawa berkah berupa kemudahan untuk melakukan komunikasi. Terutama tersedianya alat komunikasi jarak jauh yang canggih dan beragam amat membantu masyarakat dalam mengatasi hambatan dalam menjalin hubungan dengan sesamanya.
     Ditemukannya alat komunikasi jarak jauh menyebabkan komunikasi dapat dilakukan dengan praktis, cepat, luas, dan berbiaya murah. Sebelum alat komunikasi jarak jauh diciptakan, untuk melakukan kontak dengan sesama, manusia harus saling bertemu langsung secara face to face (bertatap muka) atau melakukan kegiatan surat-menyurat  yang prosedurnya dapat membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Namun, dengan ditemukan dan diciptakannya alat komunikasi modern jarak jauh, kendala tersebut dapat diatasi.
     Alat komunikasi seperti telepon, faksimile, dan internet telah mengakhiri masa-masa sulit dalam berkomunikasi. Alat-alat itu memudahkan masyarakat untuk menjalin kontak dengan sesamanya. Dengan begitu, globalisasi yang ditandai dengan melimpahnya peredaran alat komunikasi canggih amat memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi. Berkat kemajuan teknologi komunikasi pada era global, masyarakat kita dapat berkomunikasi tidak hanya dengan saudara sebangsa, tetapi juga dengan masyarakat dari bangsa lain di seluruh dunia.

Globalisasi Membangkitkan Sikap Waspada

Sumber: walangkopo99.blogspot.com


     Globalisasi ternyata menimbulkan masalah. Masalah yang timbul dari globalisasi terutama dirasakan oleh masyarakat negara-negara terbelakang dan berkembang.  Di kalangan negara-negara terbelakang dan berkembang, globalisasi dikhawatirkan menimbulkan dampak yang tidak kecil pada kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya.
     Akibat persaingan bebas dalam perdagangan dunia, ekonomi negara-negara terbelakang dan berkembang dikhawatirkan akan terpuruk akibat kemampuannya bersaing belum memadai. Adapun akibat menyebarnya semua jenis informasi ke segala penjuru dunia, kehidupan sosial dan budaya di negara-negara terbelakang dan berkembang ditakutkan akan mengalami guncangan karena masuknya nilai-nilai lain yang bertentangan. Globalisasi sering dirasakan sebagai dominasi ekonomi dan budaya negara-negara Barat yang maju  dan modern terhadap negara terbelakang dan berkembang sehingga kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya di negara-negara terbelakang dan berkembang dicemaskan akan mengalami masalah yang serius.
     Itulah sebabnya, selain membangkitkan banyak harapan, globalisasi kadang juga menimbulkan ketakutan di negara-negara terbelakang dan berkembang. Tak terkecuali di negara kita, globalisasi menimbulkan kerisauan di berbagai kalangan masyarakat. Akan tetapi, kekhawatiran, kerisauan, dan sejenisnya itu kemudian justru membangkitkan sikap hati-hati dan waspada pada masyarakat kita dalam menghadapi globalisasi. Kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap globalisasi memang perlu diambil karena tidak semua hal yang muncul dari galobalisasi baik dan bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara kita